Sunday, July 31, 2016

7 Pesan Untuk Mahasiswa Baru

More Pictures : www.facebook.com/agusjpcreations

1. Hati-hati dengan kakak-kakak yang modus. Rajin sms, rajin telepon dan begitu perhatian. Ehm-ehm hati-hati jangan mudah dirayu.

Saat kamu sudah menjadi mahasiswa baru, kamu kan mendapatkan kakak-kakak angkatan yang ada di kampusmu. Kamu sebagai mahasiswa baru, tentu menjadi obyek perhatian bagi mereka. Mereka ada yang cuek, ada pula yang ingin caper terhadapmu. Adapula yang modus ingin merayumu, rajin sms, rajin telepon, reajin memberikan perhatian dengan berbagai macam cara. Kamu harus pintar-pintar aja menghadapi mereka. Jangan mudah

Monday, July 25, 2016

Apakah Mahasiswa Bidikmisi Wajib Lulus Tepat Waktu?

Tentu banyak yang mempertanyakan apakah mahasiswa bidikmisi harus lulus tepat waktu?

Jawabannya :
Ya setiap mahasiswa memang harus lulus tepat waktu, tak hanya mahasiswa bidikmisi. Terkhusus mahasiswa bidikmisi, jika berkaitan dengan penerimaan beasiswa bidikmisinya maka memang harus lulus tepat waktu. Jika jatah yang diberikan hanya 8 semester bagi jenjang S1, maka mahasiswa bidikmisi tersebut memang harus lulus 8 semester. Karena jika lulus melebihi 8 semester maka di semester berikutnya harus membayar sendiri semua biaya perkuliahan. Begitupun dengan pada jenjang D3 yang notabene hanya 6 sesemester, maka harus lulus 6 semester pula. Hal itu jika ingin segera lulus dan tidak terbebani dengan berbagai biaya kuliah yang ada di semester berikutnya.

Bagaimana jika tidak lulus tepat waktu ?

Jawabannya :
Jika mahasiswa bidikmisi

Monday, July 18, 2016

Jangan Rusak Nama Bidikmisi, Dengan Kelakuanmu Yang Suka Hura-Hura

Bidikmisi adalah beasiswa yang diperuntukan untuk mahasiswa yang kurang mampu. Sehingga yang mendapatkannya adalah para mahasiswa yang telah lolos seleksi dari segi kekayaan yang dimilikinya. Walau tak dipungkiri masih ada terlihat mahasiswa yang sebenarnya mampu namun mendaftar bidikmisi. Mungkin mereka itu adalah mahasiswa yang tidak merasa iba dengan keadaan orang lain yang ingin kuliah, namun tak bisa. Ada pula mahasiswa bidikmisi yang memang berasal dari kurang mampu, namun terlihat begitu glamour dan seolah menghaburkan uang bidikmisinya. Tentu hal ini membuat mahasiswa lain menjadi bertanya-tanya.

"Mengapa sih dia mendapat bidikmisi? kok kebiasaanya seperti itu? kelihatannya dia memang orang kaya."

Ada memang tipikal mahasiswa yang

Tuesday, July 12, 2016

Jangan Hamburkan Uang Beasiswamu, Itu Uang Amanah Rakyat Buatmu

Ada banyak sekali anak muda di negeri ini yang ingin sekolah. Ada jutaan anak muda yang ingin sekali kuliah. Namun tak semuanya bisa untuk kuliah. Berbagai kendala bisa menghambatnya untuk kuliah. Berbagai alasan pula yang membuat mereka tidak bisa kuliah. Salah satunya adalah masalah biaya. Mereka tidak punya biaya yang cukup untuk kuliah. Sehingga banyak sekali pemuda di negeri ini yang harus memutuskan untuk mengubur mimpinya dalam-dalam untuk kuliah karena hal tersebut. Walaupun ada yang namanya beasiswa, namun tak semua orang bisa mendapatkannya. Karena memang jumlahnya sangat terbatas.

Sungguh beruntung siswa-siswi

Sunday, July 3, 2016

Jika Kamu Orang Kaya, Jangan Mendaftar Beasiswa Bidikmisi. Kamu Merampas Hak Orang Lain!

image source : merdeka.com


Beasiswa bidikmisi adalah beasiswa yang menjadi primadona banyak lulusan SMA. Beasiswa bidikmisi menjadi angin segar bagi para siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu. Hal itu dikarekanan beasiswa bidikmisi merupakan beasiswa yang membiayai biaya kuliah dengan sangat besarnya. Bahkan sang penerima mendapatkan jatah biaya hidup selama perbulannya. Hal itu supaya sang penerima tidak kesulitan dalam menunjang perkuliahannya. Sehingga tak khayal, banyak sekali lulusan SMA yang mendaftar beasiswa bidikmisi. Namun tidak dituntut kemungkinan adanya orang yang sebenarnya tidak pantas mendaftar bidikmisi namun tetap saja mendaftar. Mereka diantaranya adalah yang memiliki cukup kekayaan, yang sebenarnya mampu secara ekonomi. Namun tetap mendaftar karena merasa akan lolos jika diukur dari segi prestasi.

Orang kaya yang mendaftar bidikmisi tentu bisa dikatakan sebagai orang yang merebut jatah orang lain. Atau lebih parahnya adalah merampas hak-hak orang yang tidak mampu. Mereka dengan tega mendaftar sebuah beasiswa walau mereka berkecukupan. Tentu ada yang beralasan, bahwa tidak apa kan toh nanti akan diseleksi. Jika lolos berarti yang melakukan seleksi yang salah. Bisa jadi itu benar, namun tentu itu hal yang sangat kurang bijak. Seperti kita orang dewasa yang mengambil buah yang sejatinya ingin dibagikan untuk anak kecil, lalu bilang bahwa tidak apa jika tidak ketahuan. Tetap saja bahwa hal itu adalah mengambil jatah hak orang lain. Panitia bisa saja tidak cermat, bisa saja tertipu dengan berbagai manipulasi yang pendaftar lakukan.

Orang kaya yang mendaftar bidikmisi memang sepertinya tak tahu malu. Seolah

Ayah Dan Ibumu Memang Tak Berpendidikan Tinggi Nak, Namun Kamu Harus Setinggi-Tingginya

Image source : www.fotografindo.com

Setiap orang tua tentu berharap bahwa anaknya akan menjadi sosok yang cerdas atau pandai. Berharap anaknya akan mempunyai penghidupan yang lebih baik dari dirinya. Maka setiap orang bekerja keras demi anak-anaknya. Siang bekerja memeras keringat, bahkan sering kali sampai malam pun tidak apa-apa. Begitulah perjuangan orang tua. Begitu pun ayah dan ibumu ini, kami memang sadar bahwa pendidikan kami tidak begitu tinggi.

"Nak, semangatlah walau ayah ibumu ini bukan orang yang tak punya."

Ayah dan Ibu mengerti, bahwa untuk menunjang pendidikanmu sampai tinggi itu tentu sangatlah sulit. Untuk menyukupi kebutuhan sehari-hari saja, maka ayah dan ibu harus bersusah payah. Saat membiayai pendidikanmu dikala SD sampai SMA itu pun sudah sekuat tenaga. Ayah dan Ibu bangga, walau kamu berasal dari keluarga yang tak punya namun dirimu begitu semangat ketika sekolah.

"Kamu pasti ingin kuliah kan nak, kamu pasti iri melihat teman-temanmu didukung orang tuanya yang kaya raya ketika ingin masuk kuliah."

Ayah dan Ibu entah harus bilang apa untuk

Wednesday, June 29, 2016

Cerita Lima Jari, Antara Cita-Cita dan Memperbaiki Derajat Keluarga.

image source : https://plus.google.com/110285599672040025621

Suatu hari di sebuah SMA, seorang guru masuk perlahan ke dalam sebuah kelas. Sang guru nampak memikirkan sesuatu yang sangat merisaukannya. Sementara para siswa seolah hanya menunggu sang guru itu melakukan sesuatu hal. Sang guru pun bertanya setelah menghela nafasnya yang cukup panjang.

"Kalian semua, sebenarnya kalian mempunyai cita-cita atau tidak?"

Tampak wajah para siswa yang kaget dengan pertanyaan itu, namun setelah terkaget beberapa detik para siswa pun kembali menunjukan mimik yang biasa saja. Mereka seolah tak menggrubis pertanyaan dari sang guru itu. Maklum, para siswa itu adalah berasal dari sekolah pinggiran. sebuah sekolah yang tak mempunyai banyak murid. Bukan pula sekolah favorit yang mempunyai banyak siswa pandai. Tentang cita-cita, mereka seolah menganggapnya sesuatu yang hal yang biarlah mengalir begitu saja. Mereka rata-rata dari keluarga sederhana di desa, bukan kumpulan anak-anak pejabat maupun konglomerat.

Sang guru pun sudah menduga bahwa

Sunday, June 26, 2016

Renungan Untuk Orang Tua, Adakah Yang Lebih Perhatian Dengan Anak Anda Selain Gurunya?


Guru, kalau dalam istilah Jawa bisa diartikan dengan "Digugu Lan Ditiru". Guru diartikan sebagai sosok yang dipatuhi dan sifat kelakuannya layak untuk ditiru. Secara luas guru adalah mereka yang  mengajari kita tentang suatu hal. Secara lebih khusus mereka adalah orang yang mengajar di sekolah-sekolah tempat anak kita belajar.

Guru adalah sosok akan ditemui anak setiap harinya. Dari pagi hingga siang hari, bahkan ada banyak sekolah yang sekolahnya sampai full day. Hal itu karena banyaknya permintaan dari para orang tua untuk tetap mengajar anak-anak mereka, karena kesibukan yang orang tua mereka lakukan. Sekarang banyak sekali orang tua yang sangat sibuk dengan kerjaan mereka, sampai jarang sekali bertemu dengan anak mereka. Hingga frekuesnsi bertemunya justru lebih banyak dengan guru-guru mereka.
Akibatnya anak-anak justru lebih dekat dengan gurunya. Anak-anak lebih hormat kepada gurunya. Anak-anak lebih patuh terhadap gurunya.

Namun sering pula ada orang tua yang mengeluh bahwa

Indeks Prestasi (IP) Menolongmu Saat Proses Seleksi, Namun Di kala Kerja Semua Tergantung Kemampuanmu.

Ketika kuliah kita tidak pernah terlepas dari Indeks Prestasi. Indeks prestasi atau IP bisa kita peroleh ketika di akhir semester, saat yudisium. Ada beberapa tipe mahasiswa dalam memaknai IP. Ada yang menganggap IP sangat penting, dan mau mengejarnya dengan susah payah. Bahkan ada yang sampai disertai usaha yang kurang baik, seperti halnya mencontek pekerjaan-pekerjaan teman yang lain. Adapula yang menganggpnya hanya sebatas formalitas penilaian semata. Mereka ini tidak begitu mengidolakan IP, namun juga tidak meremehkannya. Ya, biasa-biasa saja yang penting telah berusaha mendapatkannya. Tentu ada beberbagi macam reaksi atau sikap dari mahasiwa terkait IP, tidak sekedar hanya dua itu saja.

Disini saya mencoba memahami, apakah IP itu sangatlah

Saat Yudisium, Harusnya Para Pecontek itu Malu Koar-Koar IPK-nya.



Setiap akhir semester ketika kuliah, kita akan menjumpai apa yang namanya yudisium. Yudisium jika di SMA seperti halnya bagi raport. Kita bisa melihat semua nilai yang kita peroleh. Disaat yudisium kita bisa mengetahui berapa Indeks Prestasi kita. Kita pun bisa tahu IP teman-teman kita, jika mereka memang mau memberitahukannya. Ada banyak perasaan yang dialami ketika yudisium, sedih, bahagia, kecewa dll. Ada pula tipikal mahasiswa yang bisa kita lihat ketika yudisium tiba, kira-kira kamu termasuk yang mana?

1. Mahasiswa Yang Paling Sedih.

Mereka adalah mahasiswa jujur yang mendapat IP buruk. Apalagi saat dia melihat para penyontek mendapat IP yang lebih baik darinya. Padahal dia sudah belajar dan berusaha agar mengerjakan semua tugas, UTS dan juga UAS dengan sejujur-jujurnya. Namun dia tetap bangga dengan yang dia dapat, walaupun awalnya kecewa. Dia menyadari bahwa yang terpenting adalah hasil usahanya sendiri, bukan hasil copas ataupun hasil contekan. Kita perlu mengapresiasi kejujurannya.

2. Mahasiswa Yang Paling Senang

Mereka adalah

Saturday, June 25, 2016

Tips Cara Menghadapi Dosen yang Galak atau Killer

ilustrasi gambar : news.okezone.com

Ketika kuliah, untuk menunjang lancarnya perkuliahanmu. Maka kamu harus pula menjaga hubungan baik dengan semua dosenmu. Dosen itu ada yang dilabeli sebagai dosen galak dan tidak. Dosen galak sering pula diberi julukan dosen killer. Wah ini serem sekali sebutannya. Maksudnya dosen itu bisa membuat kita tidak lulus mata kuliah, nilai kita jelek, karena sedikit kesalahan saja yang kita lakukan. Beliau intinya sangat ketat dan tegas, sebenarnya hal itu sangatlah baik. Namun karena begitu menegangkan ketika kuliah dengan model seperti itu, mahasiswa jadi merasa takut. Berikut hal-hal yang saya rangkum bagaimana cara menghadapi dosen yang galak atau killer.

1. Berangkat Tepat Waktu

Kamu harus berangkat tepat waktu, jangan suka telat. Ada lho dosen yang tidak memberikan toleransi sedikitpun bagi mahasiswa yang telat. Kurang dari lima menit sudah tidak diperbolehkan masuk kelas. Tentu berisiko, jika nanti ada pretes atau postes tentu kita tidak mendapatkan nilai. Sampai tingkat galaknya, kamu berada dibelakangnya saat masuk kelas dan beliau masuk duluan. Lalu sang dosen ternyata tidak mempersilahkan kamu masuk, dengan alasan kamu seharusnya masuk sebelum dia. Menyeramkan yang seperti ini, saking tegasnya hingga seperti itu. Namun biasanya tetap ada perjanjian anatara dosen dan mahasiswa, kira-kira seperti apa kedepan batas telat ditentukan. Untuk mengatasinya kamu bisa pasang alarm di HP kamu satu jam sebelum masuk, lalu setiap 10 menit dari itu dinyalakan berulang. Niscaya kamu tidak lupa kapan kamu masuk hehehe. Jika kurang, kamu bisa pasang notice di depan pintu kamarmu. "HARI INI JADWAL DOSEN XXX". Biar kamu selalu inget, jika masih kesulitan mending kamu tidur di dalam kelas kuliahmu. hehehe

2. Ramah dan Sopan

Kamu jangan pelit senyum terhadap sang dosen, berikanlah senyum termanis melebihi senyumanmu yang paling gombal. Namun jangan terlalu genit, apalagi dosenmu itu sudah berkeluarga. Kamu harus ramah dengan beliau, jangan murung nanti dikira kamu sangat tidak menyukainya. Hal itu bisa membahayakan, kamu bisa-bisa dicatat secara khusus sebagai mahasiswa yang tidak suka dengan beliau. Jadi kamu harus keep smile namun jangan always smile. hehehe

3. Jangan Menggurui Sang Dosen

Ketika kamu sudah belajar semalaman sebelum kuliah besok. Lalu di pagi harinya ketika sang dosen menerangkan dengan semangat bla bla bla, sampai ruang sebelah kedengaran. Eh tiba-tiba kamu malah menyela di tengah semangatnya.

"Pak anda salah dalam menerangkan, harusnya begini begini begini bukan begitu."

Sontak pasti sang dosen akan

Cara Mendapatkan Indeks Prestasi (IP) Lebih Dari 3,0

image source : fppiiunila.blogspot.com

Kali ini saya mau share tentang bagaimana caranya mendapatkan IP atau indeks prestasi yang lebih dari 3,0. Indeks Prestasi adalah salah satu alat ukur prestasi di bidang akademik/pendidikan. Meskipun bernama "indeks", IP sebenarnya bukanlah indeks dalam pengertian sebenarnya, melainkan semacam rata-rata yang terboboti (www.iikpedia.org). Sederhananya indeks prestasi adalah mengubah nilai-nilai yang kamu peroleh menjadi sebuat bobot angka tertentu. Contoh nilai 70-75 diindeks menjadi 3,0. Lalu nilai 75-80 diindeks menjadi 3,5 dan seterusnya. Biasanya indeks prestasi akan menjadi sangat penting bagi mereka yang mendapatkan beasiswa, karena untuk mendapatkan atau mempertahankan beasiswa maka harus memiliki indeks prestasi tertentu.

Oke berikut diantara cara-cara untuk mendapatkan IP lebih dari 3,0.

1. Kerjakan semua tugas yang diberikan oleh Dosenmu

Kamu harus selalu mengerjakan semua tugas dari dosenmu. Jangan sampai satu kali pun kamu coba untuk tidak mengerjakannya, Tidak seperti masa SMA, jika tidak mengerjakan akan diganti dengan berdiri di depan kelas dan semuanya selesai. Pada saat kuliah, kemungkinan dosenmu tidak melakukan itu. Jika kamu tidak mengerjakan tugas, otomatis akumulasi nilaimu akan berkurang. Maka kerjakanlah tugasmu dengan baik dan tepat waktu.

2. Ikuti setiap Pretes atau

4 Tipe Pendaftar Perguruan Tinggi Negeri, Kamu termasuk yang mana?




1. Sekali Seleksi Langsung Berhasil

Tipe pertama ini adalah termasuk orang-orang yang sangat beruntung dan bahagia sekali. Senyum mereka begitu lebar, karena jalan mereka ke perguran tinggi tinggal ditapaki saja. Mereka tinggal siapkan koper dan capcus menuju TKP. Biasanya sih tipe ini banyak yang tersaring lewat SNMPTN. Mereka memang rata-rata adalah siswa-siswa yang pintar kala di SMA-nya. Betapa gak beruntung gitu bro, tinggal nginput online, gak perlu tes tertulis dan lain-lain eh langsung keterima di PTN. Siapa yang gak ngerasa beruntung sekali coba. Eh tunggu dulu, tapi ya jangan liat dari hasil keterimannya doang lah. Mereka itu tentu dulunya mungkin seorang siswa yang begitu rajin ke sekolah. Berangkatnya pagi-pagi sekali sebelum jam enam, sambil bukain pintu gerbang sekolah. Setiap istirahat gak pergi ke kantin, eh malah bermesraan dengan buku-buku di perpus. Setiap pelajaran diapalin tiap malam, sampai kehabisan bahan hafalan. Atau, setiap pelajaran pasti bertanya-tanya minimal sepuluh pertanyaan. Sampai sang guru menyerah dan lambaikan tangan ke kamera. Hehehe, ya gak seekstrim itulah tentunya. Namun kemungkinan besar mereka adalah siswa yang berprestasi, hingga bisa lolos SNMPTN dengan mudah. Oke mari tepuk tangan buat mereka. Prok prok prok.

2. Sekali Gagal Langsung Berhenti

Tipe yang kedua ini

Friday, June 24, 2016

Keuntungan-Keuntungan Yang Bisa Didapatkan Ketika Menjadi Mahasiswa Bidikmisi

image source : nasional.inilah.com

Saya ingin berbagi tentang keuntungan-keuntungan menjadi mahasiswa bidikmisi. Saya ingin menceritakan pengalaman saya sebagai mahasiswa bidikmisi selama empat tahun. Ada banyak hal yang tentunya sangat menyenangkan dan menguntungkan sebagai mahasiswa bidikmisi, tentu juga yang sebaliknya. Menjadi mahasiswa bidikmisi juga perlu banyak perjuangan, tidak semua orang bisa memperolehnya. Kalau kamu sedang mendaftar, berikut saya juga pernah menceritakannya disini "Hal-Hal Yang Bisa Membuat Peluang Mendapatkan Beasiswa Bidikmisi Semakin Besar." .Oke kembali ke topik, berikut ini saya mau ceritakan keuntungannya.

1. Digratiskan uang pendaftaran seleksi

Pada poin pertama ini tentang sebelum jadi bidikmisi, baru pendaftar. Kita diuntungkan dengan tidak membayar uang pendaftaran seleksi masuk perguruan tinggi negeri. Seperti SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri) dan SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri). Kita benar-benar tidak membayar sepeserpun, alias gratis.

2. Dibebaskan uang SPL atau UKT

Pada poin kedua ini, ketika sudah diterima sebagai mahasiswa bidikmisi. Banyak orang yang bilang bahwa kuliah itu mahal, menghabiskan banyak uang, dan lain-lain. Namun

Hal-Hal Yang Bisa Kamu Lakukan Sambil Menunggu Pengumuman SNMPTN atau SBMPTN



image source : masukuniversitas.com

Setelah selesai mengikuti Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN),Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), kamu tidak selayaknya berdiam diri saja menunggu datangnya pengumuman. Kenapa? agar waktu menunggumu itu tidak terbuang dengan sia-sia. Waktu pengumuman masih menunggu cukup lama pula, membuat kamu jadi deg-degan memikirkan apa yang akan kamu saksikan nanti. Apakah lolos atau tidak, namun berikut saya sampaikan beberapa hal yang bisa kamu lakukan sambil mengisi waktu menunggumu. Oke ini dia Hal-Hal Yang Bisa Kamu Lakukan Sambil Menunggu Pengumuman SNMPTN atau SBMPTN :

1. Mencari