Diantara sebaik-baik manusia adalah orang yang bermanfaat diantara sesamanya (Nabi Muhammad SAW)

Novel : Emak Aku INgin Kuliah

Novel : Emak Aku INgin Kuliah
CP : 089620423210, Email : mas.agus.jp@gmail.com, PIN : 7529A05C

Selasa, 28 Juli 2015

Kisah Sang Bintang Dan Sang Bidadari

Kisah Sang Bintang Dan Sang Bidadari


            Disuatu malam hari seperti biasanya bintang-bintang bersinar menghiasi malam. Cahayanya begitu gemerlap indah bertaburan dalam luasnya langit. Dibawah sinar rembulan yang purnama menambah keindahan malam itu. Seperti biasa sesosok bidadari nan cantik berjalan-jalan menaburkan kedamaian dan ketenangan malam, Sangbidadaripun tersenyum karena melihat pemandangan malam itu dimana para bintang bertaburan bersinar dibawah sinar sang rembulan.
            Sang bidadaripun menghampiri sang rembulan, menari-nari terbang melayang bermain bersamanya. Membuat para bintang iri dibuatnya. Sementara itu sang rembulan semakin cerah sinarnya karena merasa senang dengan adanya bidadari. Hari-hari seperti itu beberapa hari berlalu sama. Tapi lambat laun sang bidadari sadar bahwa sinar rembulan lambat laun tak seterang dahulu, dari purnama kini menjadi sinar sabit dan kadang kala menghilang tak bersinar. Melihat gundah gulana sang bidadari itu para bintang coba menghiburnya, para bintang  mulai datang menghampirinya satu demi satu.Tanpa terasa banyak bintang yang kini bersama sang bidadari. Kini sang bidadaripun tersenyum, karena sekarang banyak bintang-bintang yang datang temani hari-harinya. Sang bidadari baru tersadar bahwa cahaya bintang itu asli dan terang daripada cahaya rembulan. Sang Bidadari pun berharap kepada bintang-bintang itu supaya mau temaninya setiap saat. Tapi bintang-bintang itu mengajukan syarat, “Pilihlah salah satu diantara kami untuk menemanimu wahai bidadari”. Sang bidadari menjawab “Tapi aku ingin kalian semua ada temani aku”.Para bintang menjawab “Jika kami semua menyinarimu, engkau justru tak mengetahui siapa yang sebenarnya selalu menyinarimu dengan

Senin, 27 Juli 2015

Ibu, Kenapa Sih Engkau Bertanya Terus Tentang Kehidupanku?

parenting

Source On Hipwee : http://www.hipwee.com/opini/ibu-kenapa-sih-engkau-bertanya-terus-tentang-kehidupanku/

Pernahkah ibumu bertanya terus menerus tentang hari-harimu. Dimana ia seolah begitu kepo menanyaimu tanpa bosan. Bertanya-tanya ini itu, ia pun tak merasa lelah bertanya. Walau sering kali justru kita ogah-ogahan menjawabnya. Aku rasa setiap dari kita sering mengalaminya. Kita sering ditanya ibu kita tentang kehidupan kita. Begitulah seorang ibu, sosok yang melahirkan kita itu selalu ingin mengetahui apa yang tengah dialami oleh anaknya.
“Sayang, hari ini di sekolah bagaimana?”
“Sayang, apakah menyenangkan hari ini di sekolahan?”
Mungkin kalimat-kalimat itu sering terdengar kala kita baru saja pulang sekolah. Ibu kita dengan antusias menanyakan

Dia yang Tak Setia Memang Tak Layak untuk Dipertahankan

Source On Hipwee.com : http://www.hipwee.com/opini/dia-yang-tak-setia-memang-tak-layak-untuk-dipertahankan/

Aku mencoba berfikir dengan tenang. Walau sungguh hati ini telah kau buat gundah berkepanjangan. Rasa sakit karena dikhianati, membuatku lama termenung memahami apa yang sebenarnya terjadi. Sesuatu yang kita sebut itu dulu adalah cinta, tetapi mengapa kau menodainya. Sesuatu yang kau dulu yakinkan hanya untukku, kenapa engkau menduakannya. Tanpa aku duga kau buatku harus menangis menerima apa yang terjadi. Pedih, kau duakanku dengan sosok yang lain di belakangku.
Aku coba yakinkan diri, mungkin selama ini aku telah salah arti. Atau mungkin aku yang tak bisa mengerti apa yang kau perbuat. Atau aku hanya salah paham terlalu cepat menyimpulkan kau telah khianati janji. Namun betapa pedih hati ini, secara jelas kau akhirnya berkata jujur mengatakan bahwa itu memang pilihanmu bersamanya. Rasanya kau begitu tega, menyia-nyiakan kepercayaan hatiku yang selalu berjuang setia. Hancur, begitulah kau membuatku runtuhkan semua kepercayaan yang ada.
Akhirnya kau pun minta maaf,

Jangan Khawatir Tak Kebagian Jodoh, Karena Allah Telah Membaginya Dengan Sangat Akurat

menanti-jodoh

Source On Hipwee.com : http://www.hipwee.com/opini/jangan-khawatir-tak-kebagian-jodoh-karena-allah-telah-membaginya-dengan-sangat-akurat/

Sebagai seorang manusia yang telah beranjak dari masa remaja menuju masa lebih dewasa. Tentu kita telah mengenal apa yang disebut rasa cinta. Bahkan kita mungkin sudah mengenalinya saat masa remaja dulu. Kita telah mengenalnya, dan sekarang kita sedang mencoba memahaminya. Saat mulai ada kata baru yang sering kita fikirkan, yaitu kata jodoh. Hal itu karena kata cinta itu akan bermuara pada kata jodoh ketika seseorang itu sudah serius untuk mendapatkan dan memberikan cintanya untuk seseorang.
Banyak cara dan usaha seseorang untuk menemukan jodohnya. Ada yang berusaha menemukan jodohnya dengan mendapatkan pacar. Mereka ini adalah orang yang menggap bahwa pacaran adalah cara untuk mendapatkan cinta seseorang terlebih dahulu sebelum ia mengajaknya menikah.
Dengan alasan bahwa pacaran memberikan kemudahan untuk mengerti perasaan dan kepribadian seseorang kala menjalin ikatan. Hingga tak dipungkiri bahwa pacaran dianggap sebagai masa penjajakkan pasangan. Jika tak sesuai maka putus saja, daripada diteruskan malah tidak bahagia. Jika tak bahagia ganti saja, jika berlanjut tentu tak akan merasa nyaman.
Seperti itulah kiranya, ya jadinya seseorang itu

Minggu, 26 Juli 2015

Tak Usah Protes Kita Terlahir Seperti Apa. Karena Kita yang Menentukan Akan Jadi Apa

mengeluh

Source On Hipwee.com : http://www.hipwee.com/opini/tak-usah-protes-kita-terlahir-seperti-apa-karena-kita-yang-menentukan-akan-jadi-apa/

Hidup adalah anugerah. Setidaknya, itulah kalimat yang disetujui mayoritas manusia yang ada di dunia ini. Namun tak sedikit orang yang mengatakan bahwa hidupnya itu bukanlah anugerah. Mereka merasa hidup mereka penuh ketidakadilan dan kesedihan. Bahkan mereka menganggap itu sudah bawaan lahir. Mungkin kita juga pernah merasa demikian saat tak merasakan apa yang orang-orang sebut dengan anugerah dalam mengartikan hidup.
“Aku tak ingin dilahirkan seperti ini. Jika aku bisa memilih, mungkin aku tak ingin dilahirkan ke dunia ini.”
Kalimat itu pun sering kita ucapkan. Kalimat itu seolah jadi alasan membela diri dari segala hal yang kita anggap sebagai ketidakadilan Tuhan. Mengapa kita berkata seperti itu? Bukankah semua orang di dunia ini tak ada satupun yang bisa memilih terlahir seperti apa? Tidak ada satu orang pun di dunia yang bisa meminta lahir di dunia sebagai anak orang kaya, anak pejabat, sebagai anak professor, sebagai anak pengusaha atau sebagai anak pemuka agama.
Jelas, itu tidak ada! Semuanya sama. Kita semua tidak ada yang bisa memilih dari siapa kita dulu terlahirkan. Lalu kenapa kita justru seolah menyalahkan Tuhan? Menyalahkan Tuhan tentang kenapa kita berada di kondisi seperti sekarang? Mengapa?
Kita pun tak bisa memilih akan dilahirkan sebagai seorang

Untukmu yang Masih Kunanti Datang ke Rumahku Lebaran Kali Ini

menanti

Source On Hipwee.com  : http://www.hipwee.com/opini/untukmu-yang-masih-kunanti-datang-ke-rumahku-lebaran-kali-ini/

Aku hanya bisa berharap, berharap kau datang ke rumahku lebaran tahun ini. Masih aku nantikan langkahmu akhirnya tiba di depan pintu rumahku dengan senyum yang manis. Masih aku tunggu kau akan datang untuk bersilaturrohim kepada kedua orang tuaku. Aku ingin melihatmu mencium tangan kedua orang tuaku dengan seksama. Aku ingin melihat orang tuaku tersenyum karena kedatanganmu itu. Bolehkah aku berharap dan meminta, karena sampai hari ini aku masih menantikan kedatanganmu.
Kunantikan ketika ada salam terdengar dari luar rumahku, aku masih berharap itu adalah suaramu. Suaramu yang ingin aku dengar dari balik pintu. Ah namun hingga sekarang ternyata kau belum juga datang. Aku jadi berfikir, apakah engkau tak akan datang ke rumahku yang sederhana ini. Lalu kenapa? Aku jadi berfikir mungkinkan belum ada waktu bagimu untuk sebentar saja berlebaran ke rumahku. Masih sibukkah dirimu disana berkunjung ke rumah saudara-saudaramu, atau engkau mungkin sedang asyik bercengkrama dengan teman-teman lamamu, hingga kau lupa untuk datang kesini.
Berbagai pernyataan dan pertanyaan hinggap di fikiranku seolah

Jangan Terlalu Bandingkan Aku dengan Masa Lalumu, Hargailah Aku yang Berusaha Serius Membahagiakanmu Sekarang

555e37b50423bde5318b4567
Source On Hipwee.com : http://www.hipwee.com/opini/jangan-terlalu-bandingkan-aku-dengan-masa-lalumu-hargailah-aku-yang-berusaha-serius-membahagiakanmu-sekarang/

Setiap orang mempunyai masa lalu, apalagi masa lalu tentang cinta. Pasti setiap orang mempunyai cerita yang berbeda-beda satu sama lain. Orang yang pernah gagal dalam pacaran tentu punya masa lalu yang sulit terlupakan. Hal itu karena ia mempunyai cerita tentang seseorang yang pernah menemani hatinya, dialah yang sering disebut mantan. Entah lama atau sebentar kala pacaran dulu, tentu telah memberikan kesan tersendiri di hati. Baik dan buruknya mantan pun menjadi kenangan dimasa lalu.
Keduanya itu tentu menjadi pelajaran berharga untuk memilih seseorang sebagai penggantinya. Mantan yang memiliki sifat yang buruk dan membuat kita sering sakit hati tentu membuat kita tak ingin lagi mempunyai kekasih seperti itu diwaktu yang akan datang. Sedangkan mantan yang baik dan juga sering membuat kita bahagia, tentu ada keinginan bisa mendapatkan kekasih kurang lebih seperti dia kedepannya. Atau bahkan kita mengharapkan lebih dari sosoknya yang baik itu.
Kenangan cinta dimasa lalu memang menjadi ingatan yang kuat dihati kita, hal itu supaya kita bisa mengambil pelajaran darinya. Namun sering kali justru kita

Follow by Email

Bidikmisi