Diantara sebaik-baik manusia adalah orang yang bermanfaat diantara sesamanya (Nabi Muhammad SAW)

Novel : Emak Aku INgin Kuliah

Novel : Emak Aku INgin Kuliah
CP : 089620423210, Email : mas.agus.jp@gmail.com, PIN : 7529A05C

Sabtu, 20 Desember 2014

Sebatas Mimpiku

Langit yang penuh bintang, bertabur indah begitu tenang
Temani diri yang sedang riang, akankah ia juga merasa senang
Berkerlip beradu bintang-bintang itu, kian bersinar bersama malamku
Aku terdiam pahami rasaku, harapan tentangnya semangatiku

Awal Jumpa Aku Ingin Jumpa

Awal berjumpa
Hadirmu tak pernah aku duga
Membuat waktuku berhenti seketika
Ingatkan berbagai kenangan yang pernah ada
Yang pernah hadir mengisi jiwa

Kamis, 18 Desember 2014

Setia Untuk Satu Bunga

Kala kau berjalan di taman
Kau terburu petik satu bunga dalam genggaman
Namun saat kakimu melangkah jauh maju
Kau pasti temukan bunga yang baru
Walau sudah ada bunga nan indah di tanganmu
Kau lihat betapa lebih indah bunga di depanmu

Rabu, 17 Desember 2014

Menyapamu

Menyapamu

Kau seperti tetesannya
Hujan yang basahiku seketika
Indah senyummu bak jernih airnya
Kurasakan begitu dingin membasahi jiwa
Inikah hujan inikah dirimu cinta
Jemariku diatas pena menari-nari
Ingin kutuliskan rasa yang menggelitik hati
Mengungkapnya bersama hujan malam ini
Meski hanya lewat bait puisi
Yang tertulis diiringi rintik hujan basahi bumi
Rintik-rintiknya membawa kenangan
Oh dirimu seperti sang mantan
Manis senyum yang tak terlupakan
Ah begitu mirip bak kembaran
Hujan pun mulai berhenti berderu
Dalam hati ingin aku sapa dirimu
Orang seberang berbahasa lucu
Namun kini kuberanikan diriku
Aku sapa kau dengan namamu

Mengkritik Pemasangan “Spanduk CSR PT. Indocement” yang Wemicu Kericuhan Warga.



Di tengah-tengah teriknya matahari, sekitar jam satu siang terlihat keringat menetes dari ratusan orang yang berunujuk rasa menentang rencana pendirian pabrik semen di Kecamatan Tambakromo. Para warga yang berunjuk rasa yang didominasi oleh ibu-ibu yang nampak menggunakan caping itu dengan penuh semangat meneriakkan anti pendirian pabrik.  Tepatnya siang hari ini pada hari Selasa 16 Desember 2014. Bukan kali ini saja unjuk rasa menyuarakan penolakan tersebut dilakukan. Namun sebenarnya unjuk rasa semacam ini sempat mereda beberapa bulan terakhir, karena mayoritas warga sangat menolak pendirian pabrik semen yang rencanya akan mengurangi kekayaan pegunungan kapur utara pulau Jawa ini, pegunungan Karst Kendeng.

Siang ini amarah warga memuncak kembali,  ketika sebuah spanduk terpampang di beberapa lokasi. Spanduk yang bertuliskan,
“ANDA INGIN SUKSES DAN SEJAHTERA, BERGABUNGLAH DENGAN PROGRAM CSR PT. INDOCEMENT”
Seketika warga dari beberapa desa dari kecamatan Tambakromo pun berduyun-duyun mendatangi kantor kecamatan Tambakromo untuk berunjuk rasa. Setelah itu warga beramai-ramai berjalan kaki mendatangi tempat berdirinya spanduk itu. Namun terlihat pula banyak orang yang  berdiri siap siaga di bawah spanduk itu, mencegah spanduk itu diturunkan. Orang-orang itu mengaku dari desa Tambakromo itu sendiri. Bentrokan pun akhirnya tak terhindarkan, ketika warga bergerak serempak ingin menurunkan spanduk itu. Suasana semakin kacau, dorong-dorongan dan adu pukul pun terjadi. Hingga akhirnya para polisi datang mengamankan lokasi kericuhan.

Setidaknya itulah gambaran kecil yang terjadi di desaku siang ini, kericuhan dan perpecahan warga tentang

"True Love" Tak peduli Rupa ???

"True Love" Tak peduli Rupa ???
____________________________
Cerita lucu malam lalu, ketika membahas seorang gadis cantik yang dibully serius karena mempunyai kekasih yang tak rupawan. Tak sebanding dengan begitu cantiknya sang gadis yang menjadi idola banyak orang. Terbersit di fikiranku, "Apa ini yang namanya cinta sejati?". Wajah bukanlah tolak ukur untuk bisa merasakan cinta dan berbagi cinta. Gadis nan cantik dengan senyumnya yang manis itu juga nampak mesra pula dengan sang kekasih. Mungkin itu juga bukti kebahagiaan yang telah dua insan itu rasakan. Yups, aku jadi mengerti juga "Cinta itu berasal dari hati, bukan dari wajah". Walau ada anekdot saingannya yang berbunyi, "Dari mata turun ke Hati", Ya dari mata yang mengawalinya dari sosok yang dilihat baru tumbuh menjadi perasaan di hati.
Aku jadi merasa kalah dengan sang gadis cantik itu, berarti ia telah benar-benar merasakan cinta tanpa pandang rupa. Oh begitu istimewanya perasaaan itu, gadis itu hebat. Memang jika difikir-fikir, jika kita mencintai seseorang karena cantik wajahnya atau karena begitu ganteng tampangnya. Toh itu sepuluh tahun lagi mungkin sudah mulai berkeriput, kusut dan menua. Aku sendiri belum bisa seperti gadis itu. Diri ini masih berfikir "Dapatkanlah gadis yang cantik, rugi kalau nggak dapat yang

Follow by Email

Bidikmisi