Diantara sebaik-baik manusia adalah orang yang bermanfaat diantara sesamanya (Nabi Muhammad SAW)

Novel : Emak Aku INgin Kuliah

Novel : Emak Aku INgin Kuliah
CP : 089620423210, Email : mas.agus.jp@gmail.com, PIN : 7529A05C

Minggu, 25 Januari 2015

Musikalisasi Puisiku di Soundcloud

Cara Memasang Laman Facebook Pada Blog

Sumber : http://forumramadlan.blogspot.com/2013/02/cara-memasang-laman-facebook-pada-blog.html

Cara Memasang Laman Facebook Pada Blog adalah sebagai berikut:

1. Masuk ke akun facebook/aku laman facebook
2. Setelah itu silahkan kunjungi: ini dan pilihlan "LIKE BOX"
3. masukkan URL Laman Facebook anda
4. Atur tinggi,lebar dan warna wadget laman facebook yang nantinya akan

Pasang Mp3 dari Soundcloud ke Blog

Pasang Mp3 dari Soundcloud ke BlogSumber Artikel : http://satoshi48.blogspot.com/2013/06/cara-memasang-musik-mp3-yang-otomatis-dan-tidak-di-blog.html

1.Kunjungi https://soundcloud.com/
2.Ketikkan judul lagu di kotak "Search", kemudian Enter.
3.Klik pada "Icon" paling kanan yang bertuliskan "Share."
4.Klik pada "Icon Pensil" yang bertuliskan "Edit your widget". Perhatikan tanda panah berwarna kuning.

step 1 take widget code mp3

5.Centang "Play automatically" dengan

CHAPTER 3 - PUTUS SEKOLAH (NOVEL EMAK AKU INGIN KULIAH)


Lulus dari sekolah dasar, selanjutnya aku putuskan untuk bersekolah di MTs Miftahul Ulum Tambakromo. Walaupun dari guru wali kelasku di kelas enam Pak Patman menyarankanku untuk melanjutkan ke SMP Negeri 1 Tambakromo. Menurut beliau di SMP itu aku bisa lebih berkembang. Disarankan demikian namun aku tetap menginginkan untuk melanjutkan ke MTs saja, sedangkan dari pihak keluargaku tidak banyak memberikan tuntutan aku harus bersekolah dimana.

MTs Miftahul Ulum, Sebuah sekolah berbasis keislaman yang berlokasi di desaku sendiri di desa Tambakromo Kecamatan Tambakromo Kabupaten Pati. Sekolahku yang baru itu memang aku rasa tak lebih maju dari SMPN 1 Tambakromo kala itu, karena memang merupakan sekolah swasta yang baru berkembang. Banyak dari temanku yang bersekolah disitu sehingga aku jadi berminat masuk disitu juga. Selain dari segi teman, aku masuk di sekolah itu karena biaya untuk bersekolah di MTs itu relatif lebih murah daripada di SMP. Memang sebagai seorang anak dengan keadaan ekonomi orang tua menengah kebawah tak banyak pilihan yang aku punya. Hingga keluargaku pun tak memikirkan setelah lulus SD aku harus di sekolahkan dimana. Berbeda dengan teman-temanku yang mempunyai orang tua dengan kondisi perekonomian menengah keatas. Mereka sudah memikirkan nanti anaknya akan di sekolahkan ke sekolah favorit mana. Sedangkan bagi anak-anak sepertiku, bisa melanjutkan dan diterima di MTS atau SMP itu pun sudah sangat bersyukur sekali.

Pertama masuk, aku dan beberapa temanku dimasukkan ke

CHAPTER 2 - SEMANGAT BERSEKOLAH (NOVEL EMAK AKU INGIN KULIAH)


HARI-HARI masa kecilku kulalui dengan ceria walau tanpa sosok ayah di kehidupanku. Hanya sekitar lima tahun aku bisa merasakan kehadirannya yang ada menemani hari-hariku. Tahun-tahun berikutnya nampak terbiasa saja seperti tidak terjadi apa-apa di kehidupanku. Aku tetap bisa bergembira bersama keluargaku. Setiap hari bisa bermain-main dengan teman-temanku. Serta dapat bersekolah dengan baik dipandu oleh sosok kakak perempuanku yang pintar.

Sewaktu kecil aku langsung bersekolah di tingkat Sekolah Dasar tanpa melalui pendidikan taman kanak-kanak. Aku masuk di SD Negeri Tambakromo 03 yang merupakan sekolah paling favorit di desaku. Walau tanpa melalui pendidikan taman kanak-kanak, tetapi itu tak membuatku kalah dari teman-temanku pada saat di SD di bidang penguasaan pelajaran. Hal itu karena setiap hari aku selalu diajari oleh kakakku perempuan yang sangat pintar. Dia dengan penuh kesabaran, setiap hari aku disuruhnya belajar. Diajarinya membaca dan menulis dengan seksama. Kakakku, aku terbiasa memanggilnya dengan Mbak Yati. Seorang kakak yang pernah menjadi nilai tertinggi sepuluh besar sekabupaten Pati saat Ujian Nasional tingkat SMP, yang membuatnya dibiayai untuk bisa bersekolah di tingkat SMA. Seorang siswi Madrasah Aliyah yang mampu memperoleh peringkat nilai tertinggi kedua dalam EBTAN (Evaluasi Belajar Tahap Akhir Negara) dan peringkat nilai tertinggi ketujuh dalam EBTANAS (Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional) se-Karisedenan Pati. Hingga banyak ditawari beasiswa oleh banyak perguruan tinggi. Begitu banyak peluang menghampirinya, tetapi kakakku yang punya kesempatan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dengan berbeasiswa seperti itu terpaksa tak mengambilnya. Hanya demi bisa membantu ibunya mencukupi kebutuhan hidup dan merawat adik-adiknya tumbuh besar.

Kegigihan dari kakakku dalam membimbingku dalam belajar juga membuatku

CHAPTER 1 - KEMANA AYAHKU ??? (NOVEL EMAK AKU INGIN KULIAH)

SORE HARI seorang anak kecil duduk gelisah di teras rumahnya menanti ayahnya pulang dari kerja. Tak nyaman dengan duduk-duduk saja, anak kecil itu mondar-mandir keluar masuk rumahnya yang kecil sederhana dan sesekali melihat ke arah jalan di depan rumahnya berharap akan melihat ayahnya segera pulang membawakan oleh-oleh untuknya. Tak terasa sampai matahari tenggelam dan suara adzan mulai berkumandang tetapi sang ayah tak kunjung terlihat olehnya. Raut muka anak kecil itu berubah dari segar ceria menjadi sedih tiada terkira, karena sang ayah yang ditunggu-tunggunya kenapa tak kunjung pulang. Hingga diam kesedihannya tersadarkan oleh ibunya yang menyuruhnya masuk ke dalam rumah karena hari terlihat sudah mulai gelap. Itulah yang kuingat kala aku menunggu kepulangan ayahku di suatu sore hingga di sore-sore berikutnya aku tak bertemu dengannya untuk sekian lamanya.

Ayahku adalah seorang tukang kayu yang begitu sangat aku sayangi. Sewaktu kecil aku sangatlah dimanja olehnya. Apapun yang kuminta pasti ia belikan, hingga di kalangan teman-temanku saat itu aku lah anak yang memiliki jumlah mainan terbanyak. Hal itu hanya sekejap saja, sejak sore itu semua seolah berputar seratus delapan puluh derajat. Kurasa tiada lagi kutemui ayahku, tiada lagi orang yang bisa aku mintai ini itu. Tiada lagi sosok yang biasa mengajakku jalan-jalan dengan sepeda ontelnya.

Kini hanya tinggal ibuku yang menemaniku beserta kakak-kakakku yang berada di rumah. Ibuku, aku memanggilnya dengan kata “Emak”. Emak adalah suatu panggilan untuk sosok ibu yang biasa diucapkan oleh orang Jawa, diantaranya adalah di daerahku kabupaten Pati Jawa Tengah.

“Mak, Ayah kemana?”. Tanyaku
.
Itulah pertanyaan yang biasa aku tanyakan kepada ibuku. Ibuku dengan tenang menjawab pertanyaanku,
 “Ayahmu sedang pergi merantau nak, nanti juga akan pulang. Biar bisa belikan mainan untukmu”.
“Oh begitu ya Mak, tetapi kapan pulangnya Mak?.

Aku kecil yang

CHAPTER 7 - PANASNYA PASIR KALIMANTAN (NOVEL EMAK AKU INGIN KULIAH)


Kerja moyak itu sungguh sangat berat. Apalagi bagi seorang anak kecil sepertiku. Setiap hari dari pagi hari mulai dari matahari terbit saat itu pula aku mulai berangkat bekerja. Memanggul sekop yang kuletakan di bahuku sembari membawa sebotol dirigen air minum dalam genggaman lenganku yang satunya. Hingga kala matahari tepat berada di atas aku berdiri saat itulah aku istirahat. Sejenak melepas lelah sambil makan siang. Selanjutnya kala matahari mulai tenggelam saat itulah aku pulang dari kerja.

Setiap hari bekerja, tidak ada yang namanya libur rutin atau libur terjadwal. Hanya sesekali meliburkan diri itu saja karena badan sudah merasa sangat lelah atau didera sakit. Saat itu baru benar-benar bisa istirahat. Istirahat di tenda pun rasanya tidak enak dan tidak nyaman. Di dalam tenda seperti orang yang dipanggang di dalam sebuah wadah. Rasanya sangat panas bukannya teduh. Panasnya melebihi udara yang ada diluar tenda. Hingga kalau istirahat lebih memilih di luar tenda, mencari tempat yang mempunyai bayangan matahari seperti di bawah pepohonan.
Sehari-hari disana benar-benar terisolasi dari dunia luar. Tidak ada saluran listrik sampai ke tendaku berada. Setiap malam hanya lampu teplok atau kami biasa disana menyebutnya dengan Dilah. Dilah adalah sebutan familiar bagi orang Jawa di desaku untuk benda itu. Benda yang menjadi sumber cahaya yang terbuat dari botol minuman yang diisi dengan minyak tanah yang diberi sumbu kain bekas sampai atasnya, hingga menyala kala disulut api. Bentuknya mungkin mirip seperti

Follow by Email

Bidikmisi